Mengcriping kabel UTP
TUGAS PRAKTEK JARINGAN
KOMPUTER DAN SISTEM OPERASI
Nama:Dwi Anisa Arpiani
Nim/Bp:58195/2010
Prodi:Teknik
Elektronika D3
Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP,
singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang
tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di
dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.
Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan
komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5. 

Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang
kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di
kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3.
Itu sudah lebih dari cukup.Setahu penulis ada banyak merek yang beredar di
pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden
– made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli
saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli
konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih
besar. Bilang saja mau beli konektor RJ-45.

Foto RJ – 45 yang masih
baru, belum di gencet pake tang
Satu lagi yang sangat penting, kitah harus punya
tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp
tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP.
Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya.
Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN
tester. Kita bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah.
Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa
kedap-kedip.

OK sekarang peralatan udah siap, penulis mulai saja. Secara umum,
pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross.
Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu
berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan
pada susunan kabelnya. Bingung?OK! Untuk tipe straight itu digunakan untuk
menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk
client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.
Ø Kita bahas dulu yang tipe straight
Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat.
Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini
(dilihat dari lubang konektor, dari kiri ke kanan – lihat Gambar 4) : 2 oranye
– 1 hijau – 2 biru – 1 hijau – 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan
oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar
pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya.
Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain
urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung.
Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.

Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang
disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak
jadi masalah. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah yang penulis
foto dari sebuah buku.

Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straight, yang kanan yang
cross
Waktu akan memasangnya,
maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau
potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan
isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor
lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin
yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar
penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut
tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test
menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian
nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1
sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala
berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah
yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum
tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa
korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan
masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.

LAN TESTER – alat untuk
memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka
led 1 sampai 8 berkedip.
Berikut adalah gambar dari bawah dari ujung kabel UTP yang sudah
dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut
standar):

urutan pin standar
Dan kalau yang ini tidak
standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap
saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):

urutan pin TIDAK standar
Ø Tipe Cross
Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipenya.
Ø Cara
mengcriping kabel utp
Siapkan kabel UTP yangg berukuran 4 meter,
lalu potong kabel menjadi dua dengan crimping tools dan pisahkan antara kabel
UTP jenis straight dan cross.
- Kupas kedua ujung kulit kabel jenis straight dan cross, pengupasan sekitar 1 inchi dari ujung nya agar pada saat melakukan pemasang RJ45 bisa menghasilkan crimping yang bagus dan kuat
- Pastikan pada saat mengelupas kulit kabel, kabel kawat yang ada di dalam tidak tergores atau terpotong. Agar pada saat terjadi koneksi, koneksinya dapat berjalan dengan baik
- Setelah kulit kabel terkelupas, luruskan dan urutkan warna serabut kabel sesuai dengan jenis kabel UTP jenis straight maupun cross. Agar pada saat di crimping menghasilkan kabel yang berkualitas
·
Kalau jenis kabel straight megurutkanya meggunakan tipe b & tipe b :
tipe b (orange putih,
orange, hijau putih, biru, biru putih, hijau, coklat putih, coklat)
tipe b (orange putih, orange,
hijau putih, biru, biru putih, hijau, coklat putih, coklat)
·
Kalau jenis kabel cross megurutkannya meggunakan tipe a & tipe
b :
tipe b (orange putih, orange,
hijau putih, biru, biru putih, hijau, coklat putih, coklat)
tipe a (hijau putih, hijau,
orange putih, coklat putih, coklat, orange, biru, biru putih)
- Setelah itu, potong
semua kabel konduktor dengan cara di rapatkan semua kabel yang tadi sudah di
urutkan
- Pasangkan serabut
kabel UTP yang sudah di urutkan kedalam RJ 45 dan pastikan semua serabut kabel
dapat masuk ke connector RJ 45
- Lalu test kabel UTP
yang sudah tersusun dalam connector RJ 45 dengan menggunakan tester




